Press "Enter" to skip to content

Langkah Keselamatan Saat Kapal Tenggelam

Kapal tenggelam merupakan salah satu situasi terburuk yang dapat dihadapi oleh awak kapal maupun penumpang kapal. Kapal tenggelam pada umumnya dapat merenggut banyak korban jiwa. Perlu diketahui bahwa tenggelam di tengah laut yang luas sangatlah menakutkan jika dipikirkan. Meskipun penumpang atau awak kapal dapat mengapung diatas air setelah tenggelamnya kapal, namun masih ada tantangan lain.

Menghadapi ombak yang tinggi, arus yang tidak bisa diprediksi hingga kehadiran mahluk seperti ikan hiu adalah beberapa hal. Namun, ini bukan berarti anda tidak bisa selamat dari kapal yang tenggelam. Ada banyak cara untuk menyelamatkan nyawa anda dan nyawa orang lain disaat kapal tenggelam. Maka dari itu, sangatlah penting untuk mengetahui langkah penyelamatan diri saat kapal tenggelam. Hal ini setidaknya akan meminimalisir jumlah korban jiwa.

Faktor Penyebab Tenggelamnya Kapal

Sebelum itu, perlu diketahui bahwa terdapat banyak faktor yang dapat berkontribusi dalam tenggelamnya kapal. Faktor faktor ini berbeda dan terkadang ada juga faktor yang berada diluar kendali awak kapal. Faktor pertama dari alasan tenggelamnya kapal adalah kelebihan muatan. Setiap kapal yang berlayar pastinya memiliki kapasitas tertentu – mau itu dari segi penumpang ataupun segi barang. Tetapi terkadang kapal diisi dengan muatan yang berlebihan. Hal ini tentunya akan membawa beban perlengkapan kapal kebawah dan membuat kapal semakin berat.

Ini akan membuat kapal tidak stabil sehingga akan memicu terjadinya kapal tenggelam. Oleh karena itu, agar terhindar dari kapal tenggelam, jumlah muatan kapal harus sesuai dengan muatan normalnya. Faktor selain muatan kapal yang berlebihan adalah faktor cuaca. Faktor cuaca merupakan salah satu faktor yang acap kali membuat kapal tenggelam. Cuaca yang buruk dapat menjadi salah satu alasan mengapa kapal tenggelam. Hempasan ombak dan gelombang tinggi dapat mengakibatkan badan kapal bocor.

Contoh Peristiwa

Hal ini tentunya akan berakibat fatal. Sebagai contoh, KM Wahai Star tenggelam pada 10 Juli 2007 lalu dikarenakan faktor cuaca sehingga terjadi kebocoran pada kamar mesin. Selain ombak yang tinggi, badai serta hujan pun dapat berpengaruh juga dalam tenggelamnya kapal. Faktor lain dari tenggelamnya jenis kapal laut adalah medan ataupun lintasan dan laluan dari kapal yang berlayar.

Medan laluan dari kapal tersebut juga menjadi faktor besar dari tenggelamnya kapal. Terdapat banyak gangguan di tengah laut seperti adanya karang, batuan ataupun es gunung. Hal ini sangat berisiko dan dapat mengganggu perjalanan kapal. Jika sewaktu waktu kapal menabrak gunung es atau gangguan lain, badan kapal bisa bocor. Hal ini dapat membuat kapal tenggelam.

Contoh paling populer dari faktor ini adalah tenggelamnya kapal Titanic karena menabrak gunung es. Selain faktor ini, terdapat faktor lain yaitu kondisi dari kapal. Kondisi kapal adalah faktor penting penentu keselamatan awak kapal berlayar. Saat kapal berlayar, kapal tersebut harus berada dalam kondisi yang baik. Ini berarti kapal tersebut terawat dan terjaga. Kebocoran pada badan kapal contohnya, dapat menyebabkan air masuk ke dalam kapal.

Pentingnya Perawatan Peralatan Kapal

Dikarenakan hal itu, perawatan serta ketersediaan pompa air dapat menimimalisir air yang masuk ke dalam kapal. Pompa airpun harus dalam kondisi baik agar berfungsi ketika air masuk kedalam kapal. Selain perawatan pompa, perawatan mesin pun harus diperhatikan. Tak hanya itu, perawatan terhadap badan kapal, kemudia kapal serta sistem navigasi dan komunikasi kapal dapat mencegah kapal dari tenggelam. Minimnya perawatan pada badan kapal sebagai contoh, dapat membuat kapal rentan terhadap bocor. Pada akhirnya kapal pun akan tenggelam. Maka dari itu, sangat penting untuk menjaga kondisi kapal agar terhindar dari tenggelam.

Namun, disaat terjadinya peristiwa kapal tenggelam dan anda kebetulan berada di atas kapal tersebut, sangat penting untuk mengetahui langkah langkah penyelematan diri. Langkah langkah ini berpeluang untuk menyelamatkan diri anda dan orang orang disekitar anda. Jika anda dapat mengikuti langkah ini, jumlah korban jiwa dapat diminimalisir.

Langkah Keselamatan yang Dibutuhkan

Langkah keselamatan pertama adalah untuk tetap tenang. Hal ini mungkin sukar untuk dilakukan, tapi dalam keadaan yang tenang anda dapat berpikir dengan jernih. Jika tida tenang, anda dapat mengalami bahaya yang lebih besar. Jika anda merasa panik atau ketakutan, tariklah napas dalam dalam. Berpikir sebelum bertindak dan jangan tergesa gesa ataupun berlari ke rakit penyelamat. Anda harus bisa mengamati semua pilihan yang tersedia.

Menggunakan Alat Keselamatan

Langkah kedua adalah untuk mencari dan menggunakan alat keselamatan yang ada di kapal. Semua alat keselamatan ini bisa didapatkan dari distributor peralatan kapal dan fungsinya juga akan dijelaskan dengan baik oleh pihak tersebut. Contohnya, pelampung. Saat kapal mulai tenggelam, pelampung dapat menyelamatkan anda. Tanpa pelampung, anda tidak mungkin bertahan lama di dalam air dan akan tenggelam. Selain pelampung, carilah rakit yang dapat digelembungkan. Gunakan rakit ini jika anda memang sudah berada di permukaan air dan kapal sudah akan benar benar tenggelam.

Bertahan dibawah air

Langkah ketiga adalah bertahan disaat berada di air. Jika sewaktu waktu rakit anda rusak ataupun hancur terbawa ombak, keluar dari rakit dan andalkan pelampung anda. Temukan sesuatu untuk membantu anda tetap terapung. Ada banyak benda dari kapal tenggelam yang dapat digunakan seperti daun pintu, serpihan kapal ataupun rakit yang hancur.

Berusaha untuk tetap terapung. Di saat yang sama, gunakanlah alat alat seperti peluit yang ada pada pelampung anda untuk menarik perhatian regu penyelamat yang datang. Dengan meniup peluit anda menandakan keberadaan anda sehingga dapat diselamatkan oleh regu penyelamat ataupun bantuan.

Mencari daratan

Langkah terakhir adalah untuk mencari daratan. Jika sewaktu waktu regu penyelamat belum datang maka anda bisa mencoba untuk mencari daratan. Dengan berada di daratan anda dapat menghindari berlama lama di air yang dapat menyebabkan hipothermia. Saat anda sudah mencapai daratan, buatlah api agar anda tetap hangat.

Setelah itu, beri tanda kepada regu penyelamat. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Anda dapat menembakkan suar yang telah anda ambil dari kapal. Selain itu, menggunakan cermin dan api unggun dapat mengundang perhatian regu penyelamat.