Press "Enter" to skip to content

Material Pembuatan Jalan yang Paling Banyak Digunakan

Pembangunan jalan raya tentu saja sudah banyak dilakukan hingga ke pelosok daerah. Pembangunan ini menjadi salah satu kebutuhan yang penting untuk menunjang kehidupan social ekonomi hingga budaya. Dalam membangun jalan raya, ada berbagai material yang digunakan untuk pembuatan jalan.

Berbagai material ini sudah dikenal dan diakui sebagai bahan material pembuatan jalan yang memenuhi standar. Apa saja material yang digunakan untuk pembuatan jalan raya di Indonesia?

Material Utama Pembangunan Jalan

Ada material yang tidak boleh ditinggalkan dalam membangun jalan. Material ini menjadi bahan primer dalam pembangunan jalan, baik jalan raya maupun jalan setapak. Berikut berbagai material dalam pembuatan jalan yang harus terpenuhi:

  • Tanah 
    Tanah dasar adalah jalur tanah bagian dari jalan tanah yang terletak di lapisan bawah aspal jalan. Untuk proses pembangunannya, kekuatan dan keawetan pengerasan jalan itu sangat tergantung pada tanahnya. 

Oleh karena itu, dalam penyusunan perencanaan pembuatan jalan baru harus diadakan pemeriksaan tanah yang teliti ditempat yang akan dijadikan jalan aspal.

  • Pasir halus

Pasir halus menjadi salah satu material yang tidak bisa ditinggalkan dari proses pembuatan jalan. Tujuannya adalah agar permukaan atau hasil dari aspal yang akan dibuat terlihat licin,bentuk butir- butir pasir halus itu tidak bulat benar tetapi bersudut- sudut kasar. 

  • Pasir Kasar 

Tujuan penggunaan material ini adalah untuk hasil dari pengaspalan jalan tersebut agar kuat, peletakan pasir kasar ini harus berada di bawah pasir halus.

  • Kerikil 
    Material kerikil dalam proses pembuatan jalan tentunya tidak jauh berbeda dengan pasir kasar. Fungsinya untuk melapisi jalan aspal agar kuat, tetapi tetap kerikil ini berada di bawah pasir halus. Dan setelah itu baru kemudian aspalnya.
  • Geotextile

Material ini bukan material wajib, tetapi tambahan. Akan tetapi, material ini bisa berubah menjadi wajib jika kondisi geografis yang akan dibangun jalan memiliki syarat tertentu, missal tanahnya lunak dan berair.

Geotextile ini digunakan untuk perkuatan tanah. Kebanyakan jenis yang dipakai adalah Woven Geotextile, Non Woven Geotextile, Geogrid, Geocell dan Prefabricated Vertical Drain.

Material geotextile merupakan material ekonomis dan memiliki ketahanan yang cukup baik dalam perkuatan tanah pada pembangunan jalan. Maka tak heran jika dalam beberapa proyek, material geotextile merupakan primadona produk geosintetik atau geosynthetics yang banyak diminati oleh para kontraktor.

Baca juga: Tahap Pembangunan Jalan Aspal dengan Berbagai Metode

Jenis Aspal dalam Pembangunan Jalan

Proses pembuatan jalan raya tentu saja membutuhkan aspal sebagai media penutup yang paling berkualitas. Meski demikian, ada berbagai penggolongan aspal sesuai jenisnya. Apa saja jenis aspal yang digunakan sebagai material dalam pembuatan jalan raya?

  • Hot Mix Asphalt (HMA)

Hot Mix Asphalt (HMA) adalah jenis material aspal yang paling banyak digunakan dalam berbagai proyek pembuatan jalan. Dalam produksi aspal jenis ini, pengikat dipanaskan sampai suhu tinggi untuk mengurangi viskositasnya.

Panas ini nantinya akan membantu agregat yang digunakan dalam produksi untuk kering lebih sempurna. Selain itu bisa juga untuk menghilangkan semua kelembaban sebelum penampuran dilakukan.

Kolektor agregat dan aspal kemudian dicampur pada suhu tinggi antara 300 dan 330 derajat Fahrenheit. Aspal jenis HMA ini cenderung dingin relatif cepat, sehingga tidak dapat diangkut untuk jarak yang jauh sebelum dapat digunakan dalam proyek paving untuk jalan.

  • Wam Mix Asphalt

Wam Mix Asphalt (WMA) merupakan salah satu jenis aspal yang paling popular dan banyak digunakan untuk pengerjaan berbagai proyek, bahkan menyentuh sekitar 30% dari semua proyek paving. 

Produksi WMA tidak dikerjakan pada suhu tinggi seperti jenis aspal HMA. Sebagai gantinya, pengikat dan agregat, termasuk lilin tambahan, emulsi aspal dan air akan dipanaskan sampai suhu antara 200 dan 250 derajat Fahrenheit. Karena WMA tidak mendingin secepat HMA, maka bisa diangkut ke jarak lebih jauh dari HMA.

  • Driveway Mix

Aspal jenis ini merupakan jenis aspal dengan berbagai campuran. Jenis aspal yang dirancang khusus ini bertujuan untuk mencapai hasil optimal pengerjaan proyek paving pada area proyek seperti jalan setapak dan tempat parkir. 

Jenis aspal ini memiliki campuran bahan agregat termasuk batu kecil, kerikil dan pasir. Bahan ini kemudian dicampurkan ke dalam beton bitumen untuk menghasilkan aspal tipe HMA yang ideal untuk membuat dasar jalan hingga terlihat sangat bagus.

  • I-2 stabilized base

I-2 stabilized base biasanya digunakan pada lapisan paving yang diperlukan untuk menyediakan pondasi padat dan tahan lama untuk trotoar. Terkadang dikenal sebagai “basis pendukung”.

Jenis aspal ini biasanya digunakan dalam berbagai proyek yang melibatkan lantai yang kaku dan fleksibel. Meski demikian, material ini ebih sering dipilih untuk digunakan dalam pekerjaan dengan jenis paving fleksibel.

Campuran dasar stabilisasi aspal jenis ini terdiri dari kombinasi agregat dan beton bitumen. Untuk memastikan stabilitas yang benar, campuran harus mengandung paling sedikitnya 95-98% agregat (sebaiknya dalam bentuk 3/4 “batu hancur, kerikil dan RAP) dan hanya 2-5% pengikat aspal.

Inilah yang akan menghasilkan gaya yang diinginkan yang kemudian dibutuhkan untuk meletakkan beban di antara permukaan dan tanah.

  • I-4 MABC

Beton bituminous agregat menengah ini biasanya disebut sebagai MABC atau I-4 dan terdiri dari campuran batu dan bahan agregat. Produk jalan dari aspal ini dikenal dengan ciri khas warna hitamnya. Untuk memenuhi kebutuhan industri, I-4 MABC dirancang untuk memastikan keseragaman dalam ukuran serta konsistensi dan kualitas yang spesifik. 

Aspal jenis ini memiliki kualitas yang sangat lengket dan sangat padat, yang membantu menciptakan lantai yang solid secara struktural yang akan tahan jika mengalami be ban darilalu lintas dengan volume tinggi selama bertahun-tahun. 

  • 1-5 FABC

Berbagai perbaikan serta proyek perkerasan untuk landasan pacu bandara sering memakai aspal jenis ini. I-5 FABC adalah agregat bitumen halus atau I-5 FABC yang diterapkan secara berlapis-lapis untuk banyak proyek paving, termasuk jalan, tempat parkir dan landasan pacu bandara.

Untuk memenuhi standar, perlu menggunakan campuran agregat, pengikat dan pengisi khusus. Semua bahan ini biasanya meliputi agregat halus, dan  seperti bubuk batu dan pasir serta aspal. 

Hasil akhirnya adalah lantai yang awet dan tahan lama meskipun terkena gaya yang cuku besar dalam waktu yang cukup lama.

Kelebihan Menggunakan Material Aspal untuk Jalan

Mengapa material aspal banyak dipakai dalam proses pembuatan jalan raya? Berikut beberapa kelebihan yang mendukung mengapa bahan ini banyak digunakan:

  1. Biaya awal pembangunan relatif lebih murah dibandingkan dengan konstruksi beton dan paving.
  2. Jalan lebih halus, mulus, dan tidak bergelombang sehingga enak dalam berkendara.
  3. Warna hitam aspal memepengaruhi psikologi pengendara menjadi lebih teduh dan nyaman.
  4. Untuk penggunaan pada jalan dengan lalu lintas kendaraan ringan, jalan aspal lebih murah dibanding konstruksi jalan beton.
  5. Proses perawatan lebih mudah karena tinggal mengganti pada area jalan aspal yang rusak saja, dengan cari menggali dan mengganti dengan yang baru pada area jalan yang rusak.
  6. Direkomendasikan untuk jalan yang tanah dasarnya sudah matap, didukung sistem drainase jalan yang sudah tertata dengan baik.

Kekurangan Jalan Aspal

Meskipun memiliki berbagai kelebihan, material aspal untuk proses pembangunan jalan raya memiliki beberapa kekurangan. Kekurangan ini antara lain:

  1. Tidak tahan terhadap genangan air, sehingga memerlukan saluran drainase yang baik untuk proses pengeringan jalan aspal pasca hujan atau banjir.
  2. Pada struktur tanah yang buruk harus dilakukan perbaikan tanah terlebih dahulu sebelum ditumpangi oleh konstruksi jalan aspal.

Penggunaan Material Aspal Secara Umum

Aspal pada umunya digunakan dengan kombinasi material lain di banyak bidang teknik. Beberapa contoh ditunjukkan di bawah ini:

  1. Pemanfaatan untuk Industri Listrik.
    Aspal yang memiliki kualitas tinggi biasanya digunakan dalam industri listrik untuk pencampuran dengan tar, pitch, karet dan resin. Wadah baterai adalah contoh terbaik dari produk yang menggunakan aspal sebagai bahan bakunya.
  2. Konstruksi Jalan
    Aspal yang berkualitas ditandai dengan serangkaian sifat seperti: tahan cuaca, tahan air, kapasitas mengikat yang kuat dan kemampuan untuk memberikan permukaan yang fleksibel. Untuk kualitas aspal yang satu ini, jenisnya banyak digunakan dalam pembangunan jalan raya baik besar maupun kecil.

Demikian tadi beberapa penjelasan mengenai material yang digunakan untuk proses pembangunan jalan raya. Semoga bermanfaat!