Press "Enter" to skip to content

Rekening Dibobol Pelaku Judi Online dengan Modus SMS Banking

Orang jahat selalu mencari cara untuk melakukan kejahatan. Salah satunya memanfaatkan kelemahan sistem perbankan untuk mengakses rekening. 

Abdul Rahman, warga Pontianak, menjadi korban. 51 juta riyal yang disimpan di bank besar milik pemerintah telah hilang, hanya menyisakan Rs 125.000.

Rahman mengetahui bahwa akun tersebut hilang saat mencoba berbelanja di toko. Ketika dia menggesek kartu debit, dia menyadari bahwa saldonya tidak mencukupi. 

situs pkv

Rahman kemudian pergi ke bank untuk memeriksa rekening tersebut dan menemukan bahwa rekening itu telah kering. 

Saat Rahman mengajukan pengaduan, bank tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Hingga akhirnya, dia melapor ke polisi.

Polda Kalimantan Barat (Kalbar) yang mendapat laporan dari Rahman langsung bergerak. Tim penyidik ​​Polda Kalbar bekerja sama dengan bank tersebut menyelidiki sumber uang yang hilang tersebut.

Ditemukan sebuah aplikasi SMS banking nomor 081368749995 telah mentransfer uang ke rekening bank Nanda Saputra senilai $ 20 juta dan rekening lain atas nama Rekha Ratnavati senilai Rp30 juta. 

Shri. Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto mengatakan, Jumat (24/4/2015), korban tidak pernah mendaftarkan SMS banking di tabungan yang digunakan korban usai pemeriksaan terhadap Abdul Rahman.

Kejadian itu menimpa Rahman pada akhir Maret lalu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif. Penyidik ​​yang mengusut Satuan Reserse Kriminal Polda Kalbar dan bank menemukan nomor ponsel itu terdaftar pada 8 November 2014. Masih diselidiki bagaimana akun Rahman diperoleh melalui SMS banking.

Akibat ditemukannya 30 juta riyal uang masuk ke rekening bank atas nama Reka Ratnavati, uang tersebut kembali ditransfer ke rekening atas nama Nanda Saputra di bank seharga 10 juta riyal dan kemudian menjadi 20 juta rekening bank. 

Untuk Ade Larasati. Transfer ke nomor rekening Rekha Ratnasari 082377744481 menggunakan fasilitas SMS banking setelah pengecekan lokasi di Selapan Palembang.

Pelaku pencucian uang di Palambang dan memeriksa dua saksi bagi Nanda Saputra dan Ada Larasati. 

Tapi menyerahkan ATM, buku tabungan dan SMS banking kepada Juan yang mencurigakan atas nama saksi, ”jelasnya singkat.

Polisi periksa dua saksi pekan lalu dan menangkap Juanda setelah penyidik ​​dari Polda Kalbar memeriksa uang yang masuk ke rekening setelah kuasa hukum meminta mereka membuka rekening.

Pelaku telah menemukan rekening di bank atas nama Ade Larasati dan menarik 20 juta riyal dari 10 juta riyal dari unit Palembang di ATM bank di Tulung Selapan,” katanya. .

Penyidik ​​Polda Kalbar menangkap Zakaria dari Kabupaten Ogan Komering Ilir di Kabupaten Taglang Selapan. Setelah menyelidiki Zakaria yang mencurigakan, ditemukan bahwa akun yang dikumpulkan oleh tersangka Juventus dan diserahkan kepada Zakaria kemudian dijual kembali ke teman-teman di lingkungan tempat tinggal Zachariah dengan harga Rs 500 untuk satu akun.

Rekening nanti akan digunakan untuk permainan judi online dan hadiah penipuan. Berdasarkan koordinasi penyidik ​​dengan pihak bank terkait siapa yang mengambil uang tersebut, diperoleh rekaman CCTV dari seorang pria berkemeja kuning yang menanyakan informasi mencurigakan tentang orang yang mengambil uang tersebut. Jadi jelas tersangka adalah orang Rahman (DPO), ”jelasnya singkat.

Dari informasi yang diberikan oleh penyidik ​​Zakaria, Dit Reskrim Polda Kalbar masih terus berkembang. Polisi sedang menyelidiki modus yang diduga melakukan kejahatan tersebut. Masih diselidiki bagaimana uang itu bisa ditarik melalui SMS banking dari korban Rahman.

Pelanggaran ini dijerat Pasal 49 Pasal 49 UU No 10 Tahun 1998, terkait dengan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 10, atau Pasal 363 Perbankan dan / atau Pasal 363 KUHP tentang Pencegahan dan Penghapusan Pencucian Uang.”

Sumber: news.detik.com